(Indonesia) Hari Ibu, PKSI Gelar Pelepasaan Purnatugas Karyawati

Sorry, this entry is only available in Indonesia Click here to continue For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Persatuan Karyawati Semen Indonesia (PKSI) menggelar peringatan Hari Ibu, di ruang Flamboyan, Gedung PPS, Jumat (22/12). Juga dilakukan pelepasan purnatugas karyawati, dengan ditandai pemberian cindera mata, yang disampaikan Ketua PKSI Tri Cicik W.

Dalam acara yang diikuti Ketua PPKSG (Paguyuban Pensiunan Karyawati Semen Gresik) Sri Budiani ini, hadir karyawati yang purnatugas, antara lain Hera Milarti (KIG, masa bakti 30 tahun), Sunartik W (Dept Group Asset, masa bakti 30 tahun), Harwita (Bureau of CSR Planning and Evaluation, masa bakti 34 tahun), Lilik Isminingsih (Dept of Gorup Finance and Accounting, masa bakti 34 tahun), Ninik Hari S (Group Internal Audit, masa bakti 32 tahun), Eka Purnamasari (Dept of Project Service, masa bakti 9 tahun) dan Himarani Widagdo (Dept of Human Capital, masa bakti 30 tahun).

Dalam sambutannya, Cicik mengatakan, semua karyawati mengalami masa sebagai pegawai baru, dan beberapa yang purnatugas berarti telah ‘lulus’.  Sambutan  yang dikemas dalam penyampaian materi bertajuk  ‘Being the Best Mom’ ini, Cicik menandaskan bahwa menjadi karyawati adalah pilihan. Namun, jangan sampai melupakan peran sentral sebagai ibu, yaitu melahirkan generasi baru berkualitas. “Jadi kita harus mengembangkan konsep diri kita. Baik sebagai karyawati maupun sebagai ibu bagi anak-anak, dan sebagai istri bagi suami,” tandas dia.

Konsep diri perempuan Indonesia masa kini, kata Cicik, meliputi, berjiwa merdeka,  menjaga martabat diri, memiliki kemampuan produktif ekonomis, dan bertanggung jawab lahirnya generasi baru berkualitas. “Bagaimana anak kita menjadi dirinya sendiri, sementara kita sebagai ibu juga sebagai diri kita sendiri. Dan ingat, kesuksesan anak, bukan dilihat dari seberapa dia kaya atau menjadi pemimpin, tatapi ukuran kesuksesan anak adalah seberapa jauh kita merasa bahagia akan keberadaan anak-anak kita,” simpul dia.

Cicik memaparkan, bahwa untuk menjadi ibu terbaik, tentu perempuan mempunyai beberapa peran, yaitu motivator bagi anak dan suami, pelaku sebagai pendidik anak, dan sebagai obyek. Dikarenakan berstatus sebagai karyawati, maka mempunyai peran ganda. Sebagai ibu dan karyawan. “Janganlah mengurangi peran sebagai sahabat, konco wingking suami, dan sebagai cahaya keluarga. Maka, perlu kita mampu memposisikan diri kita, agar semua peran bisa kita jalani dengan baik,” tandas Cicik.

Sementara pesan kesan karyawati purnatugas, dalam organisasi PKSI yang beranggotakan 93 karyawati tersebar di Gresik, Tuban, dan Jakarta ini, disampaikan Hera Milarti. Dia mengatakan, “Sudah lebih 30 tahun, sekarang ini sudah lulus dan pensiunan ini momong cucu. Dulu, semen Gresik belum besar seperti sekarang. Dulu hanya memiliki pabrik gresik saja, sekarang sudah sangat besar. Dan bagi karyawati yang pensiunnya masih lama, saya berpesan yang penting adalah loyalitas, loyalitas kepada perusahaan itu amat sangat diperlukan. Semoga PKSI tetap kompak dan guyub.”

Adapun kesan pesan karyawati, salah satunya disampaikan Nur Wijayanti.  “Kita itu minoritas, jika satu sakit, maka sakit semua. Dan semoga kita semakin menjaga guyub dan rukun. Semoga kita juga bisa memetik suri teladan dari ibu-ibu yeng memasuki purnatugas, karena beliau-beliau telah memberikan contoh yang baik,” tandas dia. (ros)