(Indonesia) Tiga Opco SMI Raih Industri Hijau

Sorry, this entry is only available in Indonesia Click here to continue For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Tiga anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, yakni PT Semen Gresik, PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa, meraih penghargaan Industri Hijau 2017 dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).Industri Hijau merupakan apresiasi yang diberikan pemerintah terhadap industri yang telah menerapkan prinsip-prinsip industri hijau dalam proses produksinya.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Sekjen Kementerian Perindustrian Haris Munandar didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Ngakan Timur Antara kepada 124 perusahaan industri yang telah menerapkan prinsip industri hijau di Kantor Kemenperin, Jakarta, Kamis (21/12). Penghargaan Industri Hijau untuk Semen Gresik diterima oleh Direktur Produksi Joko Sulistiyanto.

Sekjen Kementerian Perindustrian Haris Munandar menjelaskan, sektor industri merupakan sektor kunci dalam perekonomian bangsa karena menciptakan lapangan kerja yang besar, kontribusi pajak tinggi, dan hal lainnya. Sampai dengan kuartal III 2017, pertumbuhan sector industri 5,49 persensecaratahunan (year on year), melampaui pertumbuhan ekonomi sebesar 5,06 persen. Berdasarkan data Kemeperin, jumlah tenaga kerja sektor industri meningkat pada periode 2015-2017. Pada akhir 2014, jumlah tenaga kerja sektor industri mencapai 15,3 juta orang dan meningkat menjadi 16,5 juta orang pada kuartal III 2017.

“Menyadari peran strategis industri ini, pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara industri yang tangguh pada 2030. Struktur industri harus kuat, dalam, sehat, berkeadilan, serta memiliki daya saing tinggi yang didasari inovasi. Industri mesti memenangkan kompetisi di pasar global, regional, dan domestik,” kata Haris dalam menyampaikan sambutan mewakili Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Karena itu, lanjut dia, Kemenperin mendorong industri untuk menerapkan konsep industri hijau. Penerapan konsep ini mendorong perusahaan industri untuk terus memperbaiki efisiensi dan efektivitas produksi yang berdampak secara luas. “Sebagai hasil penerapan konsep industri hijau, dalam tiga tahun terjadi penghematan energi setara Rp 2,8 triliun per tahun dan penghematan air setara Rp 98 miliar per tahun. Ini berasal dari 34 perusahaan industri dari sektor semen, pupuk, besi baja, keramik, pulp kertas, gula, dantekstil,” terang dia.

Untuk mempercepat penerapan konsep industry hijau, menurut Haris, Kemenperin memiliki strategi dalam pengembangan industri yang sudah ada ke arah industri hijau dan mendorong perusahaan industri baru dengan konsep ini. Hal itulantasdiimplementasikandenganpemberian penghargaan bagi industri hijau dan sertifikasi industri hijau yang menerapkan standar acuan dalam penilaian. “Perusahaan didorong lebih efisien dan efektif dalam menggunakan sumber daya alam.Upaya yang dapat dilakukan antara lain konservasi energi dan air, peningkatan kompetensi SDM, serta penggunaan teknologi rendah emisi (karbon),” ucapnya.

Joko Sulistiyanto, Direktur Produksi Semen Gresik, menjelaskan penerapan konsep industri hijau menjadi sebuah keharusan bagi Semen Indonesia Group yang bergerak di industri semen. “Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen perusahaan untuk berproduksi secara berkesinambungan tapi tetap memperhatikan aspek lingkungan,” katanya.

Menurut Joko, komitmen SMI Group sebagai perusahaan yang mengelola sumber daya alam dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan telah ditetapkan dalam dasar-dasar perusahaan. “Ini sesuai dengan strategi tripple bottom line dasar mengelola perusahaan, yakni people, planet, danprofit,” sebutJokoSulis—panggilanakrabnya.

Dia menambahkan, penghargaaninijugamenjadibuktibahwa SMI Group yang bergerak di industri semen bisa berproduksi dengan konsep ramah lingkungan. “Komitmen ini akan terus dilanjutkan dalam proses produksi keseharian dan selanjutnya,” ucapnya.

Sementara itu, Ngakan Timur Antara, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), menerangkan penghargaan Industri Hijau tahun 2017 merupakan penghargaan industri hijau yang ke-8 kalinya. “Diikuti oleh 133 perusahaan industri yang terdiri dari industri besar sebanyak 118 perusahaan, industri menengah sebanyak 14 perusahaan, dan industri kecil sebanyak 1 perusahaan.  Peserta penghargaan industri hijau terdiri dari berbagai perusahaan industri penghasil komoditi  antara lain industrigula, herbisidadanpestisida, otomotif, semen, baja, tekstil, pakaian jadi, crumb rubber, makanandanminuman, pulp dan kertas, keramik, oleokimia, petrokimia, pupuk, crude palm oil (CPO), alas kaki, elektronika, penyamakan kulit, resin dan deterjen,” paparnya.

Adapun aspek-aspek penilaian, lanjut dia, meliputi  proses produksi (70 persen), aspek kinerja pengelolaaan limbah/emisi (20 persen), serta aspek manajemen perusahaan (10 persen). “Setiap industri bila memenuhi penilaian akan menempati posisi klasifikasi mulai dari level 1 sampai dengan level 5, dimana level 5 merupakan level tertinggi. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan industri yang menempati level 5 dan level 4,” ucapnya.

Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh tim teknis dan dewan pertimbangan, penerima Penghargaan Industri Hijau tahun 2017 sebanyak 124 perusahaan industri, dengan rincian 87 perusahaan memperoleh level 5 dan sebanyak 37 perusahaan industri memperoleh level 4.(dry)